Arti Adat Nan Sabana Adat Menurut Adat Minangkabau Sumatera Barat


Tahukah anda apa yang dimaksud dengan adat nan sabana adat bagi masyarakat Minangkabau?. Ya, adat nan sabana adat (adat yang sebenar adat) adalah kenyataan yang berlaku dalam alam yang merupakan kodrat Tuhan, atau sesuatu yang berjalan sepanjang masa dan tidak mengalami perubahan. Hal itu terjadi di alam, misalnya, adat api membakar, adat air membasahi, adat ayam berkokok, adat murai berkicau, dan adat laut berombak. Semua itu terjadi atas kodrat Ilahi, tidak akan berubah kecuali atas kehendak-Nya.

Arti Adat Nan Sabana Adat Menurut Adat Minangkabau

Adat nan sabana adat ini adalah adat yang asli. Dinyatakan sebagai dasar untuk menyusun adat yang lain. adat ini dinyatakan dalam kato pusako (kata pusaka) “indak lakang karano paneh, indah lapuak karano hujan, dicabuik indak mati, diasak indah layua” (tidak lekang karena panas, tidak lapuk karena hujan, dicabut tidak mati, dipindahkan tidak layu).

Ketika agama Islam masuk ke Minangkabau, ia diterima sebagai aturan dalam kehidupan umat. Ajaran islam berdasarkan kepada wahyu Allah, diakui sebagai sesuatu yang pasti sebagaimana pastinya kenyataan yang berlaku dalam alam. Dengan demikian Islam diterima sebagai ajaran yang dapat berjalan bersama-sama dengan adat Minangkabau. Hal ini sesuai dengan pernyataan kato pusako (kata pusaka) Minangkabau sebagai berikut:

Adat basandi syarak,
Syarak basandi kitabullah,
Syarak mangato,
Adat mamakai.

Jika diartikan kedalam bahasa Indonesia, kira-kira berbunyi seperti berikut:

Adat basandi syarak,
Adat bersendi syarak,
Syarak basandi kitabullah,
Syarak bersendi kitabullah,
Syarak mangato,
Syarak berkata,
Adat mamakai.
Adat memakai.
Sumber Referensi:
Amran, Rusli. 1981. Sumatera Barat Hingga Plakat Panjang. Jakarta: Sinar Harapan.
Junus, Umar. 1984. Kaba dan Sistem Sosial Minangkabau, Suatu Problema Sosiologi Sastra. Jakarta: PN Balai Pustaka.
Mahmud, St. dkk 1978. Himpunan Tambo Minangkabau dan Bukti Sejarah. Limo Kaum: Tanpa Penerbit.
Navis, A.A 1986. Alam Terkembang Jadi Guru, Adat dan Kebudayaan Minangkabau. Jakarta: Pt Pustaka Garafitipers.
Penghulu, M. Rasyid Manggis Dt. Rajo. 1982. Sejarah Ringkas Minangkabau dan Adatnya. Jakarta Mutiara.
Thaib, Darwis, glr. Dt. Sidi Bandoro. 1965. Seluk Beluk Adat Minangkabau. Bukittinggi: NV Nusantara.
Zulkarnaini. 1994. Modul Mata Pelajaran Muatan Lokal SLTP Terbuka. Jakarta: Depdikbud, Proyek Peningkatan Mutu dan Pelaksanaan Wajib Belajar SLTP.
Ramayulis, dkk. Buku Mata Pelajaran Muatan Lokal tentang Sejarah Kebudayaan Minangkabau pada SD, SLTP, SLTA di Sumatera Barat. Padang: Tanpa Tahun, Tanpa Penerbit.
Penghulu, H. Idrus Hakimy Dt. Rajo. 1984. Rangkaian Mustika Adat Basandi Syarak di Minangkabau. Bandung: Remaja Karya CV.
Syarifuddin, Amir. 1984. Pelaksanaan Hukum Kewarisan Islam dalam Lingkungan Adat Minangkabau. Jakarta: Gunung Agung.
Tuah, H.Datoek, tt. Tambo Alam Minangkabau. Bukittinggi: Pustaka Indonesia.
image: www.instagram.com

Baca Juga:


What do you think?