Gamat - Gamaik Minangkabau


minangkabau
Budaya minangkabau merupakan budaya yang terbuka. Budaya yang tidak bertentangan dengan budaya minangkabau akan sangat mudah di terima oleh masyarakat. Dengan kata lain, budaya yang serasi dengan budaya minangkabau akan cepat tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat minangkabau, lalu hidup secara berdampingan. Semua itu terlihat dari banyak budaya yang masuk dan di serap oleh budaya minangkabau. Termasuk juga budaya melayu yang telah hidup membaur bersama dengan budaya minangkabau. Dari sekian banyaknya kebudayaan melayu yang masuk ke dalam minangkabau, salah satu di antaranya adalah “gamat” atau di minangkabau di sebut “gamaik”. Gamat merupakan permainan tari yang di iringi dengan lagu dan musik. Dahulunya, gamat adalah salah satu permainan anak nagari minangkabau.

Gamat berasal dari kata “gamit”. Gamit artinya menyentuh seseorang untuk keperluan atau percakapan. Di dalam permainannya, seorang pemain menegur pemain lain dengan lagu dalam syair pantun. Lalu pemain lain menjawabnya juga dengan pantun. Sehingga terjadi berbalas pantun sambil menari dan menyanyi.

Gamat adalah kesenian melayu, sebab berasal dari budaya melayu. Gamat dapat melibatkan tiga bidang kesenian, yaitu seni suara, seni tari, seni musik. Seni tari dapat terlihat ketika pemain gamat menari secara dinamis. Seni suara tergambar dalam nyanyian penari secara berbalasan. Sedangkan seni musik terlihat pada musik pengiringnya. Tari dan lagu di bawakan oleh orang yang sama, sedangkan musik dimainkan oleh pemusik khusus.

jenis tari gamat yang di kenal adalah tari payung, tari salendang, dan taru sapu tangan. Dalam pertunjukannya, untuk tari payung, salah satu penari memakai payung, sedangkan yang lain memakai selendang. Pada tari salendang dan tari sapu tangan , semua pemainnya memakai salendang atau sapu tangan. Untuk pakaiannya, penari memakai pakaian melayu. Penari gamat, terdiri dari laki-laki dan perempuan secara berpasangan. Sedangkan untuk jenis tari yang di gunakan adalah tari pergaulan.

Gamat biasanya dimainkan dalam acara-acara keramaian, misalnya acara pernikahan, perjamuan, dan sebagainya.  Dalam acaranya, selain menampilkan penari khusus, penonton yang mempunyai kemampuan menari juga boleh ikut serta. Demikianlah gamat, tidak dituntuk penari dan penyanyi yang harus profesional.terkadang, penari dan penyanyi juga dapat secara bergantian dan secara berkelanjutan menari dan bernyanyi dalam pertunjukan.

Syair yang mengiringi tarian gamat adalah syair spontan. Dalam hal ini,  penari dapat menciptakan syair berbalas dari syair pasangannya. Syairnya yang di buat tersebut haruslah berbentu pantun dan mudah untuk di mengerti. Misalnya:

Dari mano datang palito sayang
Dari banto turun ka padi
Dari mano datangnyo cinto, ondeh sayang
Dari mato turun ka hati

Bahasa yang di gunakan, terkadang adalah bahasa minangkabau, atau bahasa melayu , atau bisa juga bahasa indonesia. Inti atau kata kunci dari syair tersebut terletak pada syair pantun pertama. Jika syair pertama berhubungan dengan percintaan, maka pantun selanjutnya juga tentang tema tersebut. terkadang dalam gamat, terdapat juga pantun jenaka, pantun tentang kehidupan, nasehat, dlln.

Pada mulanya, musik pengiring gamat, adalah biola dan gendang. Irama yang di gunakan biasanya adalah standar, 4/4. Penari mengikuti irama musik dan gendang dalam melakukan gerakan tari. Penari dapat menyesuaikan diri dengan irama musik dapat pula menyesuaikan irama nyanyian syair dengan gerak tari dan musiknya. Terkadang, musik yang harus menyesuaikan dengan irama syair yang di bawakan.

Baca Juga:


What do you think?