Kedudukan Bapak (ayah) di Minangkabau


Kedudukan Bapak (ayah) di Minangkabau
Keberadaan bapak didalam minangkabau disebab karena adanya pernikahan . pernikahan tersebut didasarkan kepada aturan agama dan adat yang berlaku di minangkabau. Bagi keluarga ibu, kehadiran bapak merupakan pertambahan anggota keluarga yang berasal dari keluarga lain dan suku lain. Walau begitu bapak adalah tamu terhormat di atas keluarga ibu dan dia juga memiliki kedudukan yang penting.

Bapak adalah sebagai kepala keluarga.

Sebuah pernikahan melahirkan sebuah keluarga baru. Pada awalnya keluarga tersebut melekat pada sebuah rumah gadang. Keluarga kecil tersebut dipimpin oleh seorang bapak. Jadi seorang bapak atau suami adalah pemimpin dalam keluarga atau disebut kepala keluarga. Sebagai kepala keluarga ia berkewajiban membangun rumah tangga yang harmonis. Ia bertanggung jawab memenuhi kebutuhan keluarga, meningkatkan kesejahteraan keluarganya, serta mendidik dan membimbing anak-anaknya. 

Bapak juga berkewajiban membina hubungan yang baik dengan keluarga lain yang ada di dalam dan diluar rumah gadang. Semua itu dikerjakan bersama istrinya (ibu) dan mendapatkan bimbingan dari mamak rumah.

Bapak juga diberikan hak untuk mengembangkan harta miliki istrinya. Hasilnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. “anak dipangku, kamanakan dibimbiang”, artinnya sebagai bapak, hendaknya ia memberikan segala kebutuhan anak dalam hidupnya. Tidak hanya kebutuhan yang bersifat materi tetapi juga psikologis anaknya.

Bapak sebagai sumando.

Dalam sebuah rumah gadang, bapak adalah seorang sumando diatas rumah istrinya. Ia dipanggil sumando oleh saudara-saudara laki-laki istrinya. Sebagai sumando bapak juga memiliki kewajiban yang harus dipenuhi. Bapak merupakan tamu terhormat dalam keluarga istrinya, karena ketika terjadi pernikahan bapak dijemput oleh keluarga istrinya secara adat. maka, dalam rumah istrinya, sebagai sumando, ia harus mengikuti aturan yang berlaku dalam keluarga istrinya tersebut. Ia juga harus tunduk kepada perintah mamak.

Seorang bapak, sebagai sumando dalam rumah istrinya, ia harus memiliki budi pekerti yang baik, arif bijaksana, tahu dengan “kato malereang” tahu dengan kato kieh”. Hendaknya bapak jangan menjadi “abu di ateh tungku” yang hanya bertahan ketika angin tak kencang, namun ketika datang masalah yang besar ia pergi dari rumah gadang istrinya. Kedudukannya sebagai sumando tidaklah kuat dalam rumah gadang istrinya. Sumando bisa dengan mudahnya pergi dari rumah sang istri apabila tak lagi ada kesesuaian dengan istrinya.

Jika terjadi perceraian bapak hendaknya berpegang kepada bahasa adat “datang tampak muka, pergi tampak pungung”. Jika dahulu bapak pergi dijemput secara adat, maka perginya juga harus menurut adat yang berlaku. Bapak sebagai tamu terhormat, haruslah diperlakukan dengan sebaik-baiknya oleh keluarga istrinya. Hal tersebut dimaksudkan agar tidak terjadi perceraian yang disebabkan oleh istri dan keluarga istrinya. 

Dalam minangkabau terdapat empat penilaian terhadap sumando yaitu , pertama sumando bapak paja, artinya sumando yang hanya sebagai pejantan saja tidak menghiraukan keadaan istrinya. Kedua, sumando kacang miang, artinya sumando  yang kerjanya membuat onar, memecah belah, dan mengacaukan kehidupan rumah tangganya istrinya, atau disebut juga sumando langau hijau yakni sumando yang suka berbuat hal-hal kotor dan tidak baik. Ketiga, sumando lapiak buruak artinya sumando yang suka menguras harta istrinya. Ke-empat, sumando niniak mamak artinya sumando  yang selalu memahami suka duka kehidupan rumah tangga istrinya.

Bapak sebagai penanggung jawab keluarga

Sebagai kepala keluarga dan sebagai sumando ia memiliki tanggung jawab  memimpin keluarga.  Ia wajib memenuhi kebutuhan keluarganya. Jadi dalam keluarga tersebut mendapat bimbingan dari tiga orang sekaligus yaitu dari ibu, bapak, dan mamak. Ketiga orang tersebut  melengkapi sebuah keluarga diminangkabau.

Tanggung jawab bapak sebagai kepala keluarga dalam hal memenuhi kebutuhan materi di bantu oleh harta miliki istrinya. Dalam hal non materi dibantu oleh mamak rumah.

Latest Articles Published :

What do you think?